Sabtu, 11 Februari 2012

Aku, Kau, Kami

Aku..
Bukan rasa demi mengejar asa
asa bukanlah wujud yang tak terasa
hanya sebuah masa yang berlalu terlalu lama
dan kemudian pergi bersama luka yang masih menganga

Kau..
hanya sebuah ilusi dalam diri
penghapus rasa sedih dalam hati
lalu meninggalkan jiwa yang telah mati
dan hanya meninggalkan sebuah janji imaji

Kami..
tak mungkin dapat terucap kata
tak mungkin dapat mengecap rasa
tak mungkin dapat teresap masa
dan tak mungkin untuk selalu bersama

Manajemen Agribisnis

Manajemen Agribisnis adalah sebuah program studi yang mengaplikasikan ilmu manajemen di dalam pelaksanaan kegiatan usaha agribisnis yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, hingga tahap pengawasan terhadap komoditas pertanian. Pada pertanian modern, proses agribisnis juga berkenaan dengan kegiatan pembudidayaan, pengolahan serta pemasaran suatu komoditas yang berbasis pertanian.

Dengan dibukanya program studi ini diharapkan para mahasiswa dapat bekerja sebagai pengusaha agribisnis, manajer umum maupun fungsional di lini pertama dalam bidang produksi, keuangan, pemasaran, dan personalia pada berbagai perusahaan agribisnis, sebagai staf berbagai lembaga atau instansi yang terkait dengan agribisnis, seperti lembaga keuangan (bank dan non bank), instansi pemerintah, lembaga penelitian, perusahaan, industri pengolahan, dan lain lain.

Biodata

Nama Lengkap: Nur Ihda Arindiah
Nama Panggilan: Arin
Tempat Tanggal Lahir: Bogor, 19 November 1993
Jenis Kelamin: Perempuan
NIM: J3J211224
Tingkat/kelas: 1 mab-c 1
Program Studi: Manajemen Agribisnis
Agama: Islam
Alamat Rumah: Jalan Kumis Kucing V no. 14 Departemen Pertanian Atsiri Permai Citayam
Hobby: menulis, membaca, dan menggambar

Jumat, 27 Januari 2012

Hidup Kedua

Tak ada alasan untuk menyerah. Bahkan terlalu dini. Terlalu dini unuk dapat menyimpulkan sebuah hidup yang baru.
Tak ada alasan untuk terhenti. Berhenti menikmati damainya alam. Bahkan untuk sebuah jiwa yang baru.
Pernah ku lewati semua. Denganmu. Tanpamu.
Pernah ku lewati semua. Sepi. Letih. Tertatih.
Pernah ku lihat jiwa berterbangan bagai kapas yang melayang dalam sepi.
Pernah ku lihat mayat bertaburan dalam balutan angin dingin yang menerpa.
Hanya jiwa yang kosong yang tersisa. Jiwa gusar yang menyendiri.
Takkan angin menerbangkannya. Takkan hujan meluruhkannya.
Karena jiwa itu kuat. Bahkan terlalu kuat untuk dimusnahkan.
Karena jiwa itu aku. Aku yang mencari tubuh. Tubuh bagi jiwaku yang terlalu dingin.
Kini aku hidup. Sendiri. Hanya bersama hembusan angin yang lembut. Hanya bersama hujan yang membasuh perih.
Tak mungkin tak dapat ku lewati. Meski harus kembali mati. Takkan pernah mengubur rasa di hati.
Tak mungkin tak dapat ku tegar. Karena ku telah banyak belajar. Menjadi orang yang lebih pintar.
Pernah ku kehilangan hidupku. Berganti dengan rasa di surga.
Pernah kutanya dalam diri. Mengapa harus hidup kembali. Mengapa harus mengubur segala mimpi.
Andai ku dapat memilih. Ku kan tetap berada di surga. Dan meninggalkan dunia fana.
Namun kini ku kembali. Turun bersama hujan. Diterbangkan oleh angin.
Ini jiwaku. Ini hidupku. Hidup keduaku.
Sendiri ku lalui. Ku bisa. Berdiri dengan kaki sendiri. Meratapi sepi dalam hati.
Tak ada yang peduli. Tak ada yang mengerti. Hanya seorang diri. Temaram. Dalam malam yang mencekam.

Kamis, 19 Januari 2012

Lembaran Kelabu


Semua hal kan berganti
Mengulang indahnya hari
Yang telah lama tersakiti
Andai kau dapat mengerti
Aku mencintaimu sepenuh hati
                Semua hal kan berubah
                Menjadi suatu hal yang mudah
                Hal itu yang selalu dikatakan pepatah
                Menghapus semua rasa gundah
Hanya itu hal yang kumau
Bukan untuk ku miliki dirimu
Hanya ingin kau mengerti aku
Seperti waktu yang terdahulu
                Ku hanya ingin setia
                Agar dapat buatmu bahagia
                Seperti rasa bakpia
                Yang selalu buatku ceria
Kini kau telah berlalu
Meninggalkan semua masa lalu
Tertinggal diriku penuh pilu
Yang tersisa dalam hidupku
Hanya sebuah rasa ragu

-mei 2010-