Aku rindu suasana itu..
Suasana saat kita bersama
Berbagi rasa melalui media
Bercengkrama dengan talenta
Menyatukan asa demi menggapai masa
Berbagi kehidupan dengan mereka
Membuatku merasa luar biasa
Sabtu, 12 Oktober 2013
Senin, 12 Agustus 2013
Di Duniaku
Di duniaku pelangi selalu menghias langit
Hujanpun turun sambil menari
Anak anak berlari kesana kemari
Bebas lepas tertawa tiada henti
Karena harapan hadir tuk semua
Segala permintaan kan dikabulkan
Mimpi mimpi jadi kenyataan
Tiada yang dapat memisahkan
Tak ada curiga benci yang meresahkan
Hanya hati yang suci tanpa dendam
Hujanpun turun sambil menari
Anak anak berlari kesana kemari
Bebas lepas tertawa tiada henti
Di duniaku matahari pancarkan senyumnyaDi duniaku tak ada tangis kesedihan
Menghangatkan semua penuh kasih
Badaipun takkan berani untuk datang
Mengganggu semua yang sedang bermain
Karena harapan hadir tuk semua
Segala permintaan kan dikabulkan
Mimpi mimpi jadi kenyataan
Mengapa kau tak lihatDi duniaku semua saling berpegangan tangan
Apa yang kulihat
Semua yang ada dalam duniaku
Tidakkah engkau ingin miliki juga
Miliki dunia seperti duniaku
Tiada yang dapat memisahkan
Tak ada curiga benci yang meresahkan
Hanya hati yang suci tanpa dendam
Di duniaku dunia yang bersahabat dengan semua
Tak ada kecurangan yang merugikan
Dan kalian yang ingin berkelahi
Pergilah jauh dari duniaku
Penghapus Tangkai
Penghapus tangkai itu menghapus segalanya
Segala yang ingin aku lupakan
Penghapus tangkai itu menghapus segalanya
Segala rasa yang takkan terlupa
Memaksa kehendak tuk bersama
Ataukah aku yang tergiur
Seolah semua rasa sedang berbaur
Segala yang ingin aku lupakan
Penghapus tangkai itu menghapus segalanya
Segala rasa yang takkan terlupa
Tapi kurasa tak selamanya adaMungkin aku terlalu memaksa
Menghapus semua derita
Apa aku harus merasa
Merasa seperti ini selamanya
Memaksa kehendak tuk bersama
Ataukah aku yang tergiur
Seolah semua rasa sedang berbaur
Rabu, 10 Juli 2013
Terjebak Nostalgia
Telah lama ku tahu engkau
Punya rasa untukku
Kini saat dia tak kembali
Kau nyatakan cintamu
Tak berubah sejak dia pergi
Maafkanlah ku hanya ingin sendiri
Ku disini
Punya rasa untukku
Kini saat dia tak kembali
Kau nyatakan cintamu
Namun aku takkan pernah bisaSemua yang kurasa kini
Ku takkan pernah merasa
Rasakan cinta yang kau beri
Ku terjebak di ruang nostalgia
Tak berubah sejak dia pergi
Maafkanlah ku hanya ingin sendiri
Ku disini
Rabu, 01 Mei 2013
Keputusanku
Pada akhirnya kita semua harus membuat
keputusan. Apakah kita akan terus menyimpang atau kita kembali ke jalan-Nya. Aku
bimbang. Di tengah hening malam dan rintihan hujan yang terus membasahi tanah. Tak
kusangka, serpihan hujan ini membuatku menjadi seperti serpihan kecil yang
memuntahkan air dari pelupuk mataku. Aku terjatuh. Dalam. Aku tak kuasa menahan
semua seorang diri. Aku tak bercerita kepada siapapun, mungkin karena aku
terlalu takut. Namun kalian terlalu bodoh untuk tak menyadarinya. sehingga
kalian bertanya padaku "apa yang terjadi denganmu? apa yang akan kau
lakukan?" dan semua itu hanya membuatku terisak dan menjerit. Aku bagai
dihunus seribu pedang. Aku merintih dalam tangisku. Dan kalian menemaniku
lebih. Walau tanpa kata. Air mataku terus berlinang tanpa aku mengetahui apa
yang sedang berlangsung. Aku letih. Aku ingin rehat sejenak. Tidur dalam tenang
tanpa harus dihantui perasaan mencekam ini. Tapi kalian tak pernah meninggalkanku
sedetikpun. Lalu aku ingat seseorang yang berbicara padaku beberapa waktu yang
lalu “ada orang yang mempunyai banyak teman tapi tak dianggap, ada pula orang
yang tak punya banyak teman namun selalu diperhatikan.” Aku terenyuh mendengar
kata-kata itu. Dan aku sangat bersyukur mempunyai teman seperti kalian. Walau rasa
mencekam ini terus menghantuiku, setidaknya aku bisa tenang saat bersama
kalian.
Di satu sisi aku bersyukur karena memiliki
kalian. Namun di sisi lainnya, aku kecewa karena perasaan yang terus
menghantuiku. Aku ingin melupakan segalanya. Namun kau bicara kembali “kadang
kita akan mengingat apa yang tidak ingin kita ingat.” Lalu kau kembali
berbicara “ikhlaskan, semua akan berjalan dengan baik. Tak usah kau cemaskan.” Ya,
kadang aku bingung apa yang harus kulakukan. Tapi kalian mendorongku. Terus. Agar
aku bangkit dan tak terjatuh. Kemudian kalian tak pernah menanyakan hal itu
kembali. Karena kalian tak ingin membuatku bersimbah air mata. Kalian ganti
pilu-ku dengan canda. Kalian ganti kelu-ku dengan tawa. Hingga aku bisa
melupakan segalanya.
Namun saat kesendirian menjemput, aku sendu
kembali. Terdiam dalam terpaan angin yang membuatku beku. Aku berpikir. Keras. Tak
seharusnya aku seperti ini. Tak seharusnya aku meninggalkan-Nya. Ia telah
memberiku segalanya. Lebih dari apa yang kubutuhkan. Semua ini hanya berupa
pembuktian rasa sayang-Nya kepadaku. Supaya aku lulus. Dan aku percaya, setiap
langkah yang Ia pilihkan untukku adalah yang terbaik. Kini telah kuputuskan, aku ikut segala rencana-Nya.
Langganan:
Postingan (Atom)